Did you know you are using an outdated browser?

Anda Tidak Sendiri!

Memilih jalur kereta Japan Railway Special Rapid Service (JR Rapid) dari Osaka menuju Himeji adalah salah satu alternatif  singkat dan sedikit ekonomis ketimbang naik bullet train shinkansen. Tentunya ada lagi yang  lebih menarik yaitu banyak waktu untuk berefleksi, menggali keheningan di tengah gerbong kereta seputaran Osaka yang tak pernah sunyi, entah dihari kerja ataupun diakhir pekan. Selalu menemukan hal yang baru dan menarik dalam gerbong, itulah asyiknya berpetualangan dengan kereta.

Sore itu terasa sangat sesak, penumpang berdesak-desakan. Baru beberapa menit kereta meninggalkan Nanba, tiba-tiba terdengar suara gadis belia terisak-isak. Agak sulit untuk melihat langsung siapa yang menangis itu. Terdengar beberapa penumpang di sekitarnya berusaha bertanya nama dan alamat rumah gadis itu. Tampak kepanikan di dekat situ. Tak ada tempat duduk yang kosong dan gadis itu hanya duduk di lantai gerbong. Beberapa orang laki-laki berusaha mencari-cari tombol emergency di dinding. Lokasi gerbong ini lumayan jauh dengan gerbong utama. Isak gadis itu semakin mengeras, entah mungkin dia sementara sakit. Seorang ibu muncul dan mencoba berbicara serta menanyakan kartu identitas gadis itu. Dan alhasil diketahui dari kartu identitasnya bahwa dia adalah seorang warga Hiroshima dan hendak kembali ke kotanya itu. Wah….dari Osaka ke Hiroshima…jika ditempuh dengan JR rapid, lumayan akan memakan waktu yang cukup lama. Ibu itu mencoba menghibur gadis yang terisak itu. Berusaha mendinginkan suasana, meredakan rasa sakit dan usaha penghiburan lainnya. “Hitori ja nai desu. Watashiwa koko ni iru kara, hitori ja nai yo…” (= “Kamu tidak sendiri. Saya ada di sini, kamu tidak sendiri lho…). Ibu itu mengusap wajah gadis itu, membelai rambutnya seolah-olah seperti anaknya sendiri. Berulang-ulang kalimat itu terucap dari bibirnya, “Hitori ja nai desu”. Sembari menunggu kereta berhenti di stasiun berikutnya dan menunggu penanganan selanjutnya dari petugas kereta.

Kepanikan yang terjadi sore itu menyadarkan saya bahwa dalam situasi apapun kita tidak sendiri. Pandangan tentang kehidupan di negeri modern ini yang cenderung “serba sendiri” ataupun selalu berasaskan pada kemandirian akhirnya lebur. Didalam setiap langkah hidup kita, tidak berjalan sendiri. Ada interaksi sosial yang membuat kita dapat membina relasi dengan orang lain. Sekalipun relasi sosial Anda sementara dalam masalah, ketika Anda ditinggalkan oleh saudara, sahabat dekat ataupun orang yang Anda sangat kasihi, percayalah bahwa pada saat itu Anda tidak sendiri. Allah selalu bekerja sama dengan cara yang ajaib lewat orang-orang yang mungkin Anda tidak pernah kenal sebelumnya bahkan orang-orang yang bersama Anda dalam suatu perjalanan. DIA hadir dalam situasi yang Anda tidak pernah duga dan dalam waktu yang tepat. Ketika Anda merasa ketika menjalani situasi-situasi berat dalam hidup, percayalah pada saat perasaan Anda itu muncul, Tuhan menemani langkah Anda. Anda tidak sendiri! Mendekatklah kepadaNya, bentuk hubungan yang lebih dekat denganNya dan percaya bahwa Anda tidak akan pernah ditinggalkanNya dan Anda tidak akan dibiarkan sendiri!

NM3 100515

Petualangan liburan musim panas Osaka-Himeji 0608

Tags:

Leave a Comment