Suatu hari saya sedang chating dengan salah seorang anggota My-G (Maranatha Youth Generation), dan kami membahas blog warta maranatha. Setelah sudah beberapa saat berlalu dia mengirim tulisan, “haaa…” sebagai balasan atas tulisan yg saya kirim padanya. Saat itu saya kira dia sedang terkejut, dan kemudian saya kirim pertanyaan, “lho kok terkejut…?”, eh dia malah balik nanya, “maksutnya..?. dan akhirnya saya kembali bertanya padanya, setelah dijelaskan akhirnya tahulah saya bahwa “haaa…” yang ditulisnya itu bermaksut tertawa…. Hahahaha….
Dari peristiwa yang saya alami diatas, saya jadi teringat juga akan banyaknya kata yang disingkat-singkat di banyak jejaring sosial yang ada di dunia maya ini, juga banyak pula sms di ponsel. Kalau di ponsel mungkin masih bisa maklum karna untuk mengirit jatah karakter, tapi untuk di dunia perchatingan, kenapa juga harus disingkat-singkat sih…? Padahal saya sendiri juga sering terpancing tuk menyingkat kata lho hehehe….
Yaaa… sudahlah apa mau dikata, yang penting si penerima dan si pengirim sama-sama ngerti maksutnya tidak masalah, tetapi kalau si penerima tidak bisa mengerti, itu yang bisa jadi masalah. Maksutnya baik malah disangka jelek. Dan akibatnya timbul pertengkaran dan permusuhan.
Andai saja dalam penyampaian firman Tuhan banyak kata yang disingkat-singkat begitu, bisa sampai tidak ya maksut dantujuan firman itu? Memang dalam kitab Injil, Tuhan Yesus sering juga menyampaikan firmannya tidak secara langsung, tetapi dengan perumpamaan-perumpamaan. Pun demikian selalu ada ungkapan yang mengartikan perumpamaan tersebut, misalnya saja dalam perumpamaan menabur benih, disitu dilanjutkan dengan arti perumpaannya, betul toh? Kalau gak percaya buka sendiri aja kitabnya. Dan ada lagi perumpamaan tuhan tentang seorang tuan yang sedang bepergian dan meninggalkan hartanya untuk tiga orang yang dipercaya menjalankan usahanya. Terus ada banyak lagi perumpamaan-perumpamaan yang lain. Kalau masih penasaran buka saja kitabnya… cari aja di Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Pasti ada dech…
Ok… Cuma itu saja yang bisa saya tulis kali ini, yang maksud dan tujuannya adalah, hati-hatilah dalam mempergunakan kata. Dan janganlah segan-segan tuk membuka Alkitab lalu membacanya, supaya mengerti, memahami dan mampu melakukannya.
Oh ya… satu lagi walaupun di dunia maya ini kita bisa memalsu identitas, ingatlah bahwa Tuhan pasti tahu siapa kita dan apa yang kita perbuat, jadi waspadalah… waspadalah… waspadalah….
Tuhan Yesus memberkati…..
Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia. Di dalam mulut orang bodoh ada rotan untuk punggungnya, tetapi orang bijak dipelihara oleh bibirnya.(Amsal 14:2-3)
Tags: cak@goestinuz.ssp


minta donk alamat link blog warta Maranatha.
Jangan salah tulis maksutnya harusnya maksudnya. ^^